
Cirebon (27/11/2025)— Kunjungan akademik mahasiswa Teknik Geofisika ITB Kampus Cirebon ke Yayasan Mawar Bina Insani hari ini menghasilkan momentum penting. Usai melakukan wawancara mendalam sebagai narasumber, Ketua Yayasan Mawar Bina Insani, Kang Didi Kusnadi, langsung memberikan ajakan kolaborasi kepada para mahasiswa untuk terlibat dalam program sosial mendatang.
Program Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Chef untuk Dapur MBG yang tengah berjalan kini memasuki batch ke-4. Setiap batch menargetkan 20-25 peserta dari kalangan ekonomi bawah untuk mengikuti pelatihan dapur profesional, keamanan pangan, dan sertifikasi berbasis SKKNI. Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan keterampilan masyarakat di sektor kuliner.
Mahasiswa ITB yang hadir dalam sesi wawancara tersebut antara lain Putri Cahya Marshinta, Muhammad Arry Nugroho, Fauzan Alifio Fathan, Helen Huda Huwaida, Adelia Vindi Cahyanti, dan Azharudin Sahil. Mereka menggali informasi terkait mekanisme pelatihan, proses sertifikasi, serta strategi pemberdayaan masyarakat yang selama ini diterapkan MBG.
Selain memimpin Yayasan Mawar Bina Insani, Kang Didi Kusnadi juga dikenal sebagai pegiat Asosiasi Pemberdayaan Purna Migran Indonesia Korea (APPIK). Pengalamannya dalam mengorganisir purna pekerja migran dan menggerakkan program-program peningkatan kapasitas masyarakat membuatnya melihat pentingnya pelibatan generasi muda.
“Mahasiswa adalah energi masa depan. Kami ingin mereka mendapatkan pengalaman langsung di lapangan, melihat bagaimana pemberdayaan itu berjalan, termasuk kebutuhan Chef untuk Dapur MBG,” ujar Kang Didi.
Ajakan ini langsung disambut antusias oleh mahasiswa.
“Kami sangat antusias dalam kegiatan proyek ini. Pastinya akan menjadi portofolio kami di masa depan,” tutur Putri Cahya, atau yang akrab disapa Puca.
Sebagai aktivis APPIK, Kang Didi juga menekankan pentingnya membangun jejaring lintas generasi. Menurutnya, dinamika yang terjadi di lingkungan sekitar bisa menjadi potensi ekonomi untuk itu perlu pembekalan sertifikasi untuk andil didalam program percepatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Nasional (SPPG) yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto. “Kami yakin SPPG akan menyerap tenaga relawan, termasuk purna migran yang memiliki etos kerja tinggi berbekal pengalaman kerja luar negeri.” tegas Kang Didi yang akrab disapa.
Menutup pertemuan tersebut, Kang Didi menyampaikan ajakan kepada mahasiswa maupun masyarakat luas untuk ikut serta dalam kegiatan berikutnya. Program pelatihan dan sertifikasi selanjutnya akan diselenggarakan pada 6–7 Desember 2025.